Header Ads

Gurunya Para Jenderal Siap Tampil Sebagai Calon Bupati Bima

Kabupaten Bima, Garda Asakota.-
Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bima yang gadang-gadang akan dilaksanakan pada bulan Februari 2016, para bakal Calon Bupati Bima bermunculan bak jamur di musim hujan. Salah satu dari sekian figur itu adalah H. Abdul Majid, putra Desa Candi Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima. Perwira menengah yang bertugas di Polres Jakarta Timur kelahiran tahun 1959 ini walau berpangkat perwira,
tetapi sosok H. Abdul Majid dikenal sebagai gurunya para Jenderal di Kepolisian karena kemampuannya di bidang Agama.
Abdul majid yang biasa disapa Tuan Guru ini memaparkan tentang motivasi dan konsep membangun Bima. Kepada wartawan di kediamannya  Desa Candi, Minggu (15/2), mengungkapkan bahwa, Kabupaten Bima dengan permasalahan yang compleks membutuhkan pemimpin yang besar.
Pemimpin besar yang dimaksudnya, bukan besar dalam postur tubuhnya, akan tetapi  pemimpin yang memiliki gagasan yang besar karena tidak mungkin permasalah Bima yang compleks ditangani oleh orang-oraang yang biasa.
Masalahnya adalah, Kabupaten Bima adalah daerah tertinggal dan terbelakang, Kabupaten Bima sarat konflik, dan Kabupaten Bima sebagaimana dituduhkan oleh Kepala BIN adalah basis teroris dan untuk bisa keluar dari permasalahan tersebut dibutuhkan pakar-pakar keamanan.
Suami Hj. Siti Aisyah, merasa termotifasi untuk tampil sebagai Calon Bupati karena pada prinsipnya seorang yang berilmu ikut bertanggungjawab untuk menangani permasalahan yang ada di daerahnya. “Dan saya merasa orang yang berilmu sehingga saya tampil sebagai calon Bupati Bima,” ungkapnya. Menyangkut konsep membangun Bima, ungkap  bapak tujuh orang anak ini, bahwa sepanjang Bima masih kering dan gersang, maka jangan harap masyarakat Bima makmur. Dan untuk membangun Bima hanya dengan mengandalkan Dana APBD,  tidak mungkin.
“Salah satu caranya adalah kita harus bisa berspekulasi. Contoh pemimpin  yang memiliki gagasan besar adalah Bapak Ali Sodikin membangun Jakarta sehingga menjadi kota metropolitan,” imbuhnya. Disinggung tentang Parpol pengusung Tuan Guru Abdul Majid menjawab untuk sementara pihaknya sedang mendekati Partai Gerindra.
“Sedangkan untuk selanjutnya untuk membangun komunikasi politik dengan partai lain kita serahkan pada pimpinan Gerindra baik di daerah maupun dipusat. Dan untuk hal-hal lain kita tunggu selesainya revisi undang-Undang tentang Pilkada tanggal 18 februari 2015,” tegasnya.
Bagaimana dengan dukungan keluarga, dirinya memastikan bahwa dukungan keluarga besarnya  sangat besar, lebih-lebih dukungan dari isteri dan anak-anak tercinta.
“Malah isteri saya lebih berperan dalam hal memberikan kuliah umum dalam Ilmu Agama sekaligus sosialisasi atas tampilnya saya sebagai Calon Bupati,” jawabnya.  
Berkaitan dengan kesiapan financial, dirinya memahami bahwa pilitik identik dengan uang. “Dan tidak mungkin saya tampil tanpa kesiapan yang matang tapi yang pasti bukan money politik dan tidak mungkin saya aparat hukum melanggar hokum,” tandasnya.
Sementara itu, salah satu tokoh Madapangga, Fahri, menyatakan kesiapan pihaknya memberikan dukungan atas tampilnya Tuan Guru Majid dalam kancah Pilkada 2015-2020. “Kami siap menggalang potensi jaringan dan dukungan massa, seperti yang sedang kami lakukan saat ini focus di Kecamatan Bolo dan Madapangga untuk. Sedangkan untuk wilayah Kae (Woha) dan Bima Timur InsyaAllah bulan depan kita mulai sosialisasikan figur tuan guru Majid, apalagi isterinya Tuan Guru asli Sape. Isteri tuan guru, Umi Siti Aisyah, mendukung seratus persen atas tampilnya suami tercinta karena antara politik dan agama harus berjalan bareng karena tidak mungkin kita hanya focus untuk kesejahteraan sementara akhlaknya pejabat dan masyarakatnya rusak,” tuturnya. (GA. 444*) 

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.