Header Ads

Dukungan Program MTQ di Kota Bima Jauh Lebih Baik

Kota Bima, Garda Asakota.-
Kegiatan Musyabaqah Tilawatil Quran (MTQ) merupakan program Nasional yang sudah digaungkan sejak tahun 1970 di Negara Indonesia melalui kebijakan Presiden RI saat itu, HM. Soeharto.
Secara Nasional hajatan untuk mensyiarkan dan Membumikan Al-Quran ini sudah menjadi program baku pemerintah mulai Daerah sampai Pusat dengan harapan adanya peningkatan kualitas, pembelajaran, pengkajian, pemahaman, dan pengamalan Al-Quran dalam kehidupan umat Islam di Indonesia.  Di Kota Bima, sejak lahirnya Pemkot Bima geliat pelaksanaan MTQ masih tetap dijaga dan digaungkan.
Bahkan beberapa kurun terakhir, Pemkot Bima dibawah kendali Walikota Bima, HM. Qurais H. Abidin, menaruh perhatian serius terhadap terselenggarannya pelaksanaan MTQ baik di tingkat Kelurahan, Kecamatan maupun tingkat Kota Bima yang sebentar lagi akan dihelat.
Menurut Ketua Dewan Hakam Kota Bima, HM. Adnin AR, SQ. M.Pdi, pembinaan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bima jauh lebih baik dibanding dengan dukungan dan perhatian daerah lainnya.
“Sebagai contoh, pelaksanaan MTQ tingkat Kelurahan saja Pemkot Bima menyediakan dana pembinaan sebesar Rp30 juta, tingkat Kecamatan Rp100 juta, apalagi MTQ tingkat Kota Bima jauh lebih besar lagi. Di Kelurahan lain di Jakarta nggak bisa seperti ini, bahkan kami sendiri pernah menanyakan ke Aceh, nggak ada seperti ini,” ungkapnya kepada Garda Asakota, Kamis (12/2).
Menurutnya, dukungan dan perhatian lebih Pemkot Bima untuk mensupport pelaksanaan MTQ berhasil melahirkan prestasi tersendiri bagi Qoriah dan Qoriah asal Kota Bima di ajang MTQ tingkat Provinsi, Nasional maupun Internasional.
Tahun lalu saja, kata dia, Kota Bima berhasil meraih juara umum di Sumbawa Besar, begitupun di ajang tingkat Provinsi tahun-tahun sebelumnya Kota Bima kerap meraih juara umum. “Kalau dilihat sisi prestasi maupun kualitasnya, kita memang selalu juara,” ucapnya.
Hanya saja, diakuinya pula, dibalik usaha pembinaan maksimal yang dilakukan oleh Pemkot Bima bersama lembaga-lembaga pecinta Al-Quran lainnya, angka generasi Al-Quran yang menaruh perhatian dengan Baca Tulis Al-Quran belumlah bertambah secara signifikan.
“Usaha tetap usaha, meskipun ada keberhasilan dan ada juga ketidak berhasilannya. Kalau dilihat dari tahun ke tahun, kemajuan tetap ada, tetapi tidak bisa mengalahkan kekurangan yang sering muncul. Contoh MTQ tahun ini diikuti oleh orang-orang ini, lima tahun kedepan pesertanya masih orang yang sama walaupun ada beberapa cabang muncul peserta baru. Terus terang saja, kalau dilihat dari sisi kuantitas peningkatannya belum terlalu signifikan, tetapi kalau dari sisi prestasi, Kota Bima selalu berani tampil kapanpun karena kualitas cara bacaan dan tekniknya yang bagus,” akunya. Ustadz Adnin berharap kedepannya peran orang-tua sebagai murabbi (pembimbing pertama) anak-anak sangat penting untuk mendorong anak-anak belajar dan memahami Al-Quran.
Bukan itu saja, teka_nan guru-guru sebagai orang tua anak-anak di lembaga formal (sekolah, red), kemudian peran lembaga LPTQ, Majelis Ulama maupun yang lainnya juga sangat diharapkan untuk terus-menerus memberikan spirit kepada generasi Qurani agar cita-cita Membumikan Al-Quran dapat maksimal. Sebagai salah satu Hafidz Al-Quran, dirinya juga merasa memiliki kewajiban untuk terus menerus menularkan ilmu Al-Quran kepada generasi berikutnya agar kedepannya semakin banyak penghafal Al-Quran.
Bahkan untuk menghimpun para hafidz Quran dirinya berencana menghimpun dalam sebuah lembaga Jamiattul Qura wal Huffat (Himpunan Qori Qoriah Hadiz Hafizah) di Kota Bima.
“InsyaAllah kami mulai rencanakan tahun 2015 ini, sehingga diharapkan melalui lembaga ini akan ada semacam forum yang akan memberikan support supaya anak-anak dapat menjaga Quran,” imbuh pria energik yang sejak setahun lalu mendirikan Ponpes Manarul Quran lil Tahfidz Quran  di So Ati Kecamatan Asakota Kota Bima.
“Lembaga ini sengaja saya dirikan untuk menghimpun potensi anak-anak yang ingin menjadi penghafal Al-Quran,” tandas Ustadz Adnin. (GA. Jack*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.