Header Ads

Dikmen Dikpora: Alokasi DAK Tahun 2015 Bergantung Hasil Survey

Kabupaten Bima, Garda Asakota.-
Langkah Dinas Dikpora Kabupaten Bima dalam menetapkan sekolah yang mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2015 kian transparan. Bila di tahun sebelumnya pihak sekolah langsung mengusulkan dalam bentuk proposal tanpa melakukan survey dan analisa.
Sedangkan untuk tahun 2015 besar kecilnya alokasi amggaran tergantung tingkat  kerusakan sekolah yang dianalisa oleh Tim Tekhnis setelah melewati tahapan survey.
Kasi Sarana dan Prasarana Dikmen Dikpora Kabupaten Bima, Astuti, S.Pd, M.Pd, kepada wartawan, Jumat (20/2) menjelaskan survey kerusakan sekolah khusus SMP, SMA sederajat Negeri/Swasta dilakukan oleh Tim Tekhnis yang terdiri Dinas Dikpora, Dinas PU, Bagian APP, dan Konsultan. “Dari 18 Kecamatan yang disurvey, semuanya telah rampung,” ungkapnya.
Astuti menjelaskan,survey yang dilakukan pihaknya bertujuan untuk mendapatkan data yang valid terkait kerusakan sekolah. Tim terbagi 3 (tiga) dan masing-masing tim mensurvey enam Kecamatan dari 18 kecamatan yang ada.
Item-item yang disurvey yaitu analisa kerusakan bangunan sekolah yang nantinya mejadi rujukan Tim Tekhnis dalam menentukan estimasi anggaran/pagu dana untuk masing-masing sekolah dan penilaian tingkat kerusakan dibagi menjadi 4(empat) kategori, kategori ringan tingkat kerusakannya 30 persen, sedang 30-45persen, berat 45-65 persen, dan kerusakan total 65 persen. “Untuk pekerjaan fisiknya nanti, langsung diswakelola, dengan ketentuan pihak sekolah membentuk panitian pelaksana.
Sementara pekerjaan mutu dipihak-ketigakan (rekanan),” katanya seraya menambahkan bahwa, untuk realisasinya tahun ini direncanakan lebih cepat diperkirakan pertengahan tahun ini.
Sementara itu, salah satu Tokoh Masyarakat Woha, Drs. Arkamah,  memberikan apreasiasi atas langkah yang dilakukan pihak Dikpora dalam mengalokasikan anggaran ke masing-masing sekolah.
Dia menilai langkah tersebut sebagai langkah maju, dan kebijakan positif yang ditempuh Dinas Dikpora Kabupaten Bima. “Saya menilai, kebijakan seperti ini sangat tepat karena penentuan sekolah yang mendapat dana tersebut berdasarkan faktor kebutuhan bukan faktor keinginan. Dan saya menilai, ini sebuah langkah cerdas,” tuturnya. (GA. 444*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.