Header Ads

Atap Gedung MTs Daarul Maarif Desa Roka Rusak Parah

Kabupaten Bima, Garda Asakota.-
Sejatinya sebuah tempat dan sarana pendidikan adalah tempat nyaman yang jauh dari rasa was-was dan kekhawatiran dari hal buruk yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu ketika proses belajar mengajar sedang berlangsung.
Namun cita ideal itu, begitu kontras dengan kondisi yang dialami oleh madrasah dibawah naungan Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Maarif Roka Kecamatan Belo Babupaten Bima. Tiga ruang kelas di Ponpes ini sungguh tidak layak lagi untuk proses belajar mengajar karena keadaan fisiknya, terutama atapnya jauh dari kesan aman ditambah banyaknya atap bocor di sana sini. Saking parahnya, ketika hujan turun proses belajar pun terpaksa dihentikan seketika.
“Memang demikianlah keadaan pondok pesantren kami. Setiap hari kami diselimuti rasa khawatir dan cemas,” ujar Kepala MTs Daarul Maarif Desa Roka, Drs. Suryadin, kepada Garda Asakota, Selasa (18/2).
Diakuinya, dari total jumlah siswa sebanyak 117 orang jenjang pendidikan MTs, hanya memiliki tiga ruang kelas saja dan itupun semuanya rusak berat. Jika dilihat dari standar siswa per kelas sebanyak 25 orang, maka tiga ruangan itu jelas tidak rasional. Pihaknya tidak memungkiri pernah mendapatkan bantuan berupa alat-alat penunjang belajar mengajar dari Kanwil Kemenag NTB berupa komputer, namun jauh dari dalam lubuk hati, pihaknya justru sangat mengharapkan adanya bantuan dana untuk membenahi kondisi fisik Pondok Pesantren agar bisa lebih layak dan nyaman sebagai tempat proses belajar mengajar. “Karena pendidikan adalah faktor utama sebagai penentu berkembangnya sebuah bangsa,” akunya.
Suryadi mengaku, sudah sering kali pihaknya bersurat dan mengajukan proposal permohonan bantuan kepada pemerintah daerah.
Bahkan, kata dia,  almarhum Bupati Bima, H. Ferry Zulkarnain, ST, pun pernah menjanjikan bantuan tersebut ketika BBGRM. “Namun sampai detik ini sejak berdiri tahun 1995 Sampai sekarang, Yayasan Pondok Pesantren Daarul Maarif belum pernah tersentuh bantuan pemerintah daerah. Padahal kami dan anak anak pesantren ini adalah penerus cita-cita bangsa,” cetusnya. (GA. 444*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.