Header Ads

Aji Man Anjurkan Pegawai Pemkot Pakai Cincin Batu Akik

Kota Bima, Garda Asakota.-
Bukan batu emas ataupun batu permata, tapi fenomena yang kini sedang digandrungi oleh warga masyarakat hampir di setiap sudut pemukiman wilayah Kota Bima adalah perburuan dan pengrajin batu akik. Bahkan kecenderungan akan batu akik ini tidak hanya digandrungi oleh kaum tua dan pria saja,
namun kaum hawa dan anak anak pun kini banyak menjadi pencari dan pengrajin batu seperti halnya di daerah lainnya di Indonesia. Tidak terkecuali, kalangan pegawai baik Pemkab Bima maupun Pemkot Bima-pun menggandrungi koleksi batu akik dengan berbagai macam motif dan corak.
Kalangan pemburu batu akik memilki cara tersendiri untuk mengetahui jenis batu yang akan menjadi salah satu benda yang berharga seperti cincin.
Berdasarkan informasi yang diperoleh oleh media ini di lapangan bahwa harga cincin batu akik sesuai kategori maupun kualitasnya, kisarannya mulai lima puluh ribu, seratus seribu, ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Bukan hanya pembuat batu akik yang merasakan manfaat ekonomisnya, namun kalangan anak-anak yang memburu batu-pun ikut merasakannya.  “Lumayan pak buat nambah biaya sekolah, karena dari hasil batu akik ini saya bisa mendapatkan biaya tambahan walau tidak besar. Tapi lumayan, sehari bisa mendapat Rp20 ribu,” ucap Ayat, seorang anak pemburu batu akik dari Jatiwangi Kecamatan Asakota.
Sepertinya, kecenderungan aktivitas yang tengah terjadi di masyarakat ini,  mendapatkan respon positif dari orang nomor dua dalam Pemerintah Kota Bima, H. Rahman H.Abidin, SE. 
Saat membuka acara MTQ tingkat Kecamatan Asakota, belum lama ini, Aji Man mengakui bahwa apa yang dilakukan oleh warganya adalah suatu hal yang patut dihargai karena secara tidak langsung telah berusaha untuk mengurangi angka pengangguran sebagai pengrajin batu akik.
Bahkan untuk mengoptimalkan potensi ini, pihaknya secara khusus menganjurkan kepada semua PNS di lingkup Pemerintah Kota Bima untuk mengenakan cincin batu akik. “Saya anjurkan pegawai memakai cintin batu akik hasil kreativitas masyarakat. Segera datangi para pengrajin yang sekarang tersebar hampir di seluruh wilayah Kota Bima, mari kita hargai kreativitasnya, kita beli dengan harga yang pantas,” ajaknya.
Namun diingatkannya, agar kecenderungan kepada batu akik itu tidak menjerumuskan warganya kepada hal-hal yang berbau syirik. (GA. 555*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.