-->

Notification

×

Iklan

Warga Bima se-Lombok Gelar Silaturahmi dan Halal Bihalal

Wednesday, September 11, 2013 | Wednesday, September 11, 2013 WIB | 0 Views Last Updated 2013-09-11T13:35:32Z
Mataram, Garda Asakota.-
Ratusan masyarakat Bima yang tergabung dalam Rukun Keluarga Bima (RKB) pulau Lombok menggelar acara silahturahmi dan Halal bihalal yang bertempat di gedung LPMP NTB, Minggu (1/9). Hadir dalam acara tersebut, Wakil Gubernur NTB terpilih H. M Amin, anggota DPR RI H. Syafrudin, ST, Anggota DPD RI Prof. M Farouk, Wakil Walikota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE,
mantan Bupati Bima, Drs. H. Zainul Arifin, beberapa anggota DPRD NTB dari dapil 6, tokoh-tokoh Bima, serta tamu undangan lainnya. “Saya sangat merasa bangga dan terharu dengan banyaknya peserta yang hadir dalam acara halal bihalal yang diprakarsai pengurus RKB,”  ungkap Ketua Panitia Pelaksana, M. Irfan.
Ajang itu, katanya, bukan hanya sebagai media silahturahim saja, melainkan sebagai wadah untuk mencurahkan setiap permasalahan yang ada sekaligus bagaimana dicarikan solusi pemecahannya. Ketua LPMP NTB ini juga sangat berharap agar kedepannya kegiatan semacam ini bisa terus ditingkatkan dan melahirkan ide-ide cemelang dalam membangun  Bima yang jauh lebih baik lagi. “Kedepan bisa lebih ditingkatkan lagi, karena ini nuansanya sangat positif untuk kebersamaan,” harapnya.
Sementara itu, Ketua RKB  Pulau Lombok, Drs. H. Arsyad Gani, mengungkapkan banyak hal yang terjadi menyangkut kalangan masyarakat Bima yang ada di pulau Lombok. Adapun persoalan  yang mencuat, segenap warga Bima harus segera meresponnya untuk dicarikan solusi pemecahannya, seperti konflik sesama mahasiswa Bima itu sendiri yang sangat mengkwatirkan. Puncaknya adalah tewasnya almarhum M. Farhan mahasiswa asal desa Ngali kabupaten Bima yang kuliah di Mataram beberapa waktu lalu akibat dari adanya perkelahian antara sesama mahasiswa itu sendiri. “Hingga kini aparat Kepolisian-pun belum bisa menangkap siapa pelaku dari pembunuhan sadis tersebut,” tukasnya. Dinilainya, adanya konflik sesama mahasiswa tersebut karena tidak adanya kesadaaran dari mahasiswa itu sendiri yang lebih mengutamakan kekuatan fisik dari pada menggunakan akal pikiran dalam menyelesaikan setiap persoalan yang ada. “Jangan sampai orang luar mencap kita orang Bima sebagai suku yang gemar berperang dengan saudaranya sendiri dan tidak memiliki persatuan. Dan hal itu harus kita perbaiki bersama-sama,” tegas Arsyad Gani.
Peranan orang tua, terutama tokoh-tokoh Bima yang bermukim di Mataram sangat diharapkan dalam memberikan pencerahan pada para mahasiswa agar kedepannya para mahasiswa bisa tersadarkan dan melakukan hal-hal yang positif untuk kemajuan bangsa dan Negara kedepannya. Pada kesempatan itu, Ketua RKB sangat berterimakasih kepada bapak Walikota Bima yang beberapa waktu lalu  menyumbangkan satu unit mobil Ambulance untuk RKB. 
Keberadaaan Ambulans tersebut diakuinya sangat besar manfaatnya oleh masyarakat Bima yang ada di Pulau Lombok. “Kendaraan itulah  yang dipakai untuk mengantar jenajah ke kampung halamannya,” ucapnya. Pihaknya berharap agar ada bantuan satu unit mobil Ambulance lagi untuk RKB yang disumbangkan oleh para pejabat-pejabat Bima, baik yang eksekutif maupun legislative. “Yang tentunya mobil Ambulance tersebut untuk keperluan masyarakat Bima itu sendiri,”  cetusnya.  (GA. Joni*)

×
Berita Terbaru Update