-->

Notification

×

Iklan

Labfor Polda Bali, Olah TKP Kebakaran ‘Hokky Mart’

Thursday, October 4, 2012 | Thursday, October 04, 2012 WIB | 0 Views Last Updated 2012-10-04T02:33:48Z
Kota Bima, Garda Asakota.-
Untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran Toko Hokky-Mart, Kapolres Bima Kota mendatangkan Tim Laborato¬rium Forensik (Labfor) Polda Bali, Sabtu (22/9). Sejumlah personil Tim Labfor ter¬sebut, langsung bekerja meneliti penyebab terbakarnya mini market yang berlokasi di kompleks Pasar Raya Kota Bima itu. Sayangnya, kedatangan Labfor Polda Bali yang sempat
mengundang perhatian masyarakat pengendara di jalan Sulawesi kompleks Pasar Raya Kota Bima, bersifat tertutup dan tidak siapapun bisa melewati garis polisi yang sejak terbakarnya Hokky¬mart telah terpasang, apalagi melihat dari dekat seperti apa cara mereka bekerja dan meniliti. Sejumlah wartawan media cetak pun elektronik yang berusaha mendapat informasi dan berusaha masuk di Tempat Kejadian Perkara (TKP) tepatnya dilantai II dan III Hokkymart yang ludes dilahap si jago merah, merasakan hal yang sama. Didepan pintu masuk mini market dijaga sejumlah aparat kepolisian setempat yang bernasib sama, tidak diperbolehkan mende¬kati lokasi olah TKP. “Maaf, tidak boleh naik (berada di lantai II dan III). Kami saja tidak diperbolehkan,” ujar salah seorang aparat pada sejumlah wartawan yang hendak mendapatkan gambar prosesi olah TKP Labfor. Hingga berita ini diturunkan, seperti apa hasil olah TKP kebakaran mini market tersebut, belum diketahui. Informasi yang diterima dari aparat kepolisian, hasil olah TKP mesti uji lab untuk menentukan apa penyebab terbakarnya. Terpisah, Manajer Hokymart, Hendra, saat ditemui disela-sela gelar olah TKP, belum bisa memastikan berapa total keru¬gian yang diderita usahanya. Terkait apa penyebab kebakaranpun dirinya tidak mengetahui pasti. Hanya saja menurut informasi yang diterimanya, kebakaran, tiba-tiba terjadi dilantai III yang juga merembet di lantai II. Ditanya papa ada barang mudah terbakar sebagai pematik awal, diakuinya sama sekali tidak ada bahan yang mudah terbakar dan meledak. Sementara jelas Hendra, dalam waktu yang belum bisa ditentukan atau sepanjang dilakukan pemeriksaan atas terbakarnya mini market itu, pihaknya selaku pemilik, belum bisa berjualan sebagaimana mestinya. “Karyawan tetap digaji sebulan penuh dan tidak ada pemecatan karyawan,” katanya sembari menjelaskan, akan kembali membuka usaha setelah dilakukan perbaikan. Sebagai bentuk kepedulian sesama, masih terkait kebakaran Hokymart, manaje¬men usaha setempat, Ahad lalu, anjang sana ke rumah duka Yudiyansah (23) warga Kelurahan Pane Kecamatan Rasanae Barat, korban tewas tertabrak mobil pemadam kebakaran yang berusaha melakukan pemadaman kebakaran Hokky-Mart. Kedatangan manajmen minimarket tersebut, tidak lain, dalam rangka ikut berbelasungkawa dan berduka cita atas peristiwa yang menimpa korban hingga tewas saat kebakaran. Hokymart saat itu menyerahkan bantuan berupa uang yang besarannya dirahasiakan. Manajer Hokymart melalui humasnya, Kristianto, dengan rendah hati mengaku, tidak etis menyebutkan berapa jumlah bantuan. Meski pihaknya tidak terkait langsung penyebab tewasnya korban. Atas rasa kemanusian dan ikut berduka cita, katanya tidak salah untuk ikut membantu. “Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian sesama,” akunya. Sementara itu, Ibrahim, orang tua korban, mengaku sangat respek dan berterima kasih atas bantuan dan kepedulian yang ditunjukan Hokymart. Dirinya dengan tegas pula, kejadian yang menimpa anaknya merupakan musibah dan ujian dari yang Maha Kuasa. Bukan dise¬bab¬kan secara fisik oleh siapapun. “Kami ikhlas atas kejadian yang menimpa putra kami,” imbuhnya. (GA. 334*)
×
Berita Terbaru Update