Header Ads

DAK Pendidikan Kabupaten Bima Senilai Rp23 Milyar, Disosialisasikan

H. Dahlan: Porsinya, 80 persen Fisik, 20 persen Mutu
Bima, Garda Asakota.-
Sosialisasi pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Kabu¬paten Bima Tahun Anggaran 2012, dihelat di Paruga Parenta Kabupaten Bima, Sabtu (13/10). Selain dihadiri oleh Wakil Bupati Bima, H. Syafrudin, H.M. Nur, M.Pd, ke¬gia¬tan ini juga dihadiri oleh Ketua Dewan Pendidikan H. Idris,
Konsultan di bidang pem¬bangunan, jajaran Dikpora, seluruh KUPTD dan Kepala Sekolah se-Kabupaten Bima. Ketua Panitia Drs. H. Dahlan, dalam mengungkapkan, pelaksanaan sosialisasi dana DAK ini mengacu pada Permen¬dikbud No 51 tahun 2011 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan TA. 2012 untuk SD/SDLB. Regulasi lainnya sebagai acuan adalah, Permendikbud No 61 tahun 2012 atas perubahan Permendikbud No 51, tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan TA. 2012 untuk SMP/SMPLB. Jumlah Alokasi dana DAK Bidang Pendidikan SD dan SMP Tahun 2012 untuk Kabupaten Bima, sejumlah Rp23 Milyar. Dana DAK SD tahun 2012 akan dialoka¬sikan bagi rehabilitasi 146 ruang kelas, Pembangunan 19 perpustakaan, pengadaan 73 peralatan mutu. Sedangkan Dana DAK SMP tahun 2012 diarahkan untuk rehabi¬litasi 20 ruang kelas, pengadaan 16 per¬alatan mutu. “Rehab ruang kelas direncana¬kan penganggarannya sebesar Rp69. 500.000, ini sudah termasuk perabotnya. Sedangkan untuk Perpustakaan sekolah direncanakan Rp102 juta dan Rp12 juta perabotnya.InsyaAllah untuk anggaran fisiknya hari Senin ini (kemarin, red) dana¬nya akan dikucurkan ke rekening sekolah 30 persen,” ungkap H. Dahlan. Program Peningkatan Prasarana Pendi¬dikan melalui dana DAK Bidang Pendidi¬kan T.A 2012 menggunakan mekanisme Swakelola oleh sekolah sesuai peratuan per¬undang-undangan. Dengan melibatkan partisipasi masyarakat sesuai dengan prin¬sip manajemen berbasis sekolah. Sedang¬¬kan, program peningkatan mutu pendidikan menggunakan mekanisme penyedia barang/jasa sesuai PERPRES nomo 54 tahun 2010 dan peraturan perun¬dang-undangan yang berlaku. “Dengan porsi, 80 persen fisik dan 20 persen mutu.Dan khusus untuk mutu masih mengacu pada Perpres 54 dengan sistem tender,” tegasnya. Wakil Bupati Bima, H. Syafrudin, H.M. Nur, M,Pd yang didampingi Ketua Dewan Pendidikan H. Idris, Asisten II Setda Drs. H. Taufik, HAK, Kabid Dikdas Drs. H. Dahlan, mengawali sambutannya sempat mengecek kehadiran para kepala UPTD Dikpora dan perwakilan dari seluruh sekolah yang diundang baik tingkat Sekolah Dasar maupun Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Dihadapan para konsultan di bidang pembangunan, seluruh KUPTD dan Kepala Sekolah se-Kabupaten Bima, Wabup menyampaikan penghargaan dan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan yang dilaksanakan karena akan sangat bermanfaat bagi peserta yang hadir khususnya bagi pengelola DAK. Lebih lanjut Wabup menjelaskan bahwa pada tahun 2009 sampai 2010 pembangu¬nan di bidang pendidikan dilakukan oleh pihak ke tiga. Namun, sekarang akan diam¬bil alih oleh sekolah masing-masing melalui pola swakelola. Untuk itu, diperlukan bekal dalam mengelola kegiatan yang bersumber dari DAK.Sementara itu, Asisten Adminis¬trasi Pembangunan dan Perkonomian Setda Drs. H.M. Taufik, HAK.M.Si dalam ara¬han¬nya mengajak peserta untuk menguta¬makan Tugas Pokok (Tupoksi) masing-masing.Karena menurutnya, Tupoksi ada¬lah jalan mencerdaskan bangsa. Kalau sek¬tor pendidikan bisa mencer¬daskan kehidu¬pan bangsa maka, rakyat Indonesia pada umumnya akan keluar dari belenggu kemis¬kinan. Untuk mendukung niat itu, Peme¬rintah Daerah telah menye¬diakan anggaran dalam APBD sebagai langkah nyata upaya pemerintah dalam mencerdaskan bangsa. Namun, diakui H. Taufik, upaya tersebut tidak akan berhasil jika tidak dibarengi dengan sinergitas antara masyarakat, orang tua murid, tenaga pengajar dalam mem¬berikan input-input terbaik dalam rangka mencerdaskan bangsa. (GA. 212/adv*)

Tidak ada komentar

elshandy creative. Diberdayakan oleh Blogger.