Header Ads

Raih Status SSN, SDN Buncu Sape Dapat Kucuran Rp120 juta

Bima. Garda Asakota.-
Suasana ruang guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Buncu Kecamatan Sape Kabupaten Bima terlihat santai. Sejumlah guru terlihat sibuk dengan aktivitasnya masing-masing, ada yang memeriksa PR murid dan adapula yang sibuk mempersiap¬kan bahan pelajaran. Namun ada yang spesial dari sekolah yang berada di pinggiran Kabupaten Bima ini, dimana sekolah yang berlokasi di wilayah Sape
Utara jalan lintas Sape-Wera, berhasil meraih predikat Sekolah Berstandar Nasional (SSN) untuk Tahun 2012 hingga tahun 2016.
SDN Buncu yang dinahkodai oleh Kepala Sekolah yang di kenal sangat kreatif, Muhammad Tahir, S.Pd., mampu menying¬kirkan sekolah-sekolah yang berada di jantung Kota Bima. “Tentu saja kami sangat bersyukur atas beban baru yang diemban atas kepercayaan pemerintah yang menetapkan SDN Buncu menjadi Sekolah Standar Nasional,” ungkapnya.
Menurut Kepala Sekolah yang dilantik Januari 2011, awalnya mereka tidak menyang¬ka sekolahnya ditunjuk oleh peme¬rintah untuk menjadi SSN karena mereka menganggap belum layak untuk dapatkan penghargaan itu. “Mengingat sekolah yang saya nahkodai ini berada di pinggir kota, kan masih banyak sekolah-sekolah yang ada di jantung kota dan sekolah-sekolah itu sangat layak. Namun tak di sangka saat pelantikan kepala Desa Kowo tahun 2011 lalu, saya ditelpon Tim dari Pusat dan menyuruh saya untuk datang ke sekolah SDN Buncu, namun orang orang yang telpon saya itu berpapasan dengan saya di jalan dan mengatakan ada 1 sekolah yang ada di wilayah Sape Utara sangat bagus dan layak mendapatkan SSN,” ungkapnya.
Atas informasi ini, kemudian dirinya dipanggil ke KUPT Dinas Dikpora Keca¬matan Sape dan meminta data sekolah, kegiatan sekolah, profil sekolah dan foto-foto kegiatan sekolah. “Dan krena waktu yang terbatas, akhirnya saya mengatakan siap, lalu saya disodorkan dan disuruh tanda tangan surat Permohonan Calon SSN dan akhirnya tak lama kemudian saya mengikuti workshop kemudian dikejutkan bahwa sekolah saya mendapatkan predikat SSN,” katanya. Lebih lanjut, guru yang pertama kali menerapkan CCTV di Kecamatan Sape ini menjelaskan bahwa syarat utama untuk mendapatkan SSN, yaitu kepala sekolahnya harus S-I, sarana dan prasarana mencukupi, administrasinya harus jelas dan teratur, serta di sekolah itu Guru PNS maksimal 6 orang dan kurikulumnya harus sesuai KTSP. “Dan Al-hamdulillah atas keberhasilan meraih SSN kami mendapatkan bantuan Rp120 juta dana SSN dan ini merupakan dana awal untuk media pembelajaran,” ucap kepala sekolah yang juga pernah berhasil merintis SMP SATAP Nciri ini. (GA. 333*)

1 comment:

  1. mudah-mudahan untuk kedepannya, sekolah2 di bima bisa lebih maju,
    :)

    ReplyDelete

elshandy creative. Powered by Blogger.