Header Ads

Mesin Terbakar di Udara, Penumpang Pesawat Merpati Pasrah

Kota Bima, Garda Asakota.-
Senin lalu (12/12) pesawat Merpati dengan nomor MZ 623 jurusan Bima-Denpasar mengalami kebakaran pada mesin bagian kiri pesawat. Kejadian ini membuat panik penum¬pang pesawat berpenumpang 45 orang plus 2 pilot dan 2 orang crew yang sudah menikmati perjalanan dengan tujuan Denpasar. Menurut informasi wartawan, pesawat sudah mengudara pada sekitar pukul 10:30 wita dan diperkirakan sudah mencapai di atas
Kota Sumbawa, namun diputuskan kembali ke bandara Sultan Salahudin Bima sekitar pukul 11:00 Wita. Pesawat sudah mengudara pada ketinggian 6000 kaki, akhirnya kembali melalui instruksi teknisi yang menyertai dalam penerbangan sebagaimana dilaporkan pada pilot, Kapten Dwi Wahyu.
Melalui press-release-nya, Humas PT. Mer¬pati, Sukandi menjelaskan bahwa, pesawat Merpati yang dibuat pada tahun 2010 itu dengan tujuan Denpasar itu menga¬lami gangguan teknis setelah 15 menit mengudara pada ketinggian 6000 kaki. “Pesawat mengalami kerusakan, pada mesin sebelah kiri terlihat asap dan percikan api, sehingga pihak teknisi melaporkannya pada pilot dan akhirnya memutuskan untuk kembali ke bandar udara Sultan Salahudin untuk mengecek kerusakan mesin tersebut,” ungkapnya. Setelah dilakukan pemeriksaan, kata dia, diketahui bahwa asap dan percikan api bukan berasal dari mesin pesawat. Dugaan sementara, kata dia, berasal dari sistem elektrik dekat mesin pesawat, dan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang pesawat harus menjalani peme¬riksaan dan diperkirakan akan memakan waktu tiga jam. Melalui pres releasenya itu, pihak Merpati mengucapkan permintaan maaf dengan memberikan layanan berupa, penerbangan akan dialihkan dengan pener¬bangan lain yang tersedia di bandara setem¬pat, lalu diberikan fasilitas penginapan sela¬ma menunggu jadwal penerbangan yang tersedia dan melayani pengembalian tiket bagi penumpang yang membatalkan keberangkatan.
Salah satu penumpang pesawat, Drs. H. Fitrah A. Malik, mengakui dirinya merupa¬kan salah satu dari 45 penumpang di atas pesawat naas tersebut. Pesawat itu, kata dia, baru saja take-off sekitar 15 menuju Denpasar, namun terpaksa putar haluan lantaran mesin pada bagian kiri pesawat terbakar. “Beruntungnya, mesin terbakar itu berhasil diatasi dan kami kembali ke Bima dengan selamat,” ucapnya.
Pria yang sedianya hendak transit di Denpasar menuju Kota Makassar ini mengaku bersama penumpang lain sudah pasrah atas kejadian itu. “Tinggal menunggu ajal, tapi Al-hamdulillah, Allah SWT masih menolong kami,” tandasnya. (GA. 334*)

1 komentar:

  1. Yang patut kita syukuri adalah, tidak ada korban nyawa dalam peristiwa tersebut. Di samping itu ada beberapa hal lain yg patut menjadi perhatian kedepan, misalnya: pengecekan sebelum pesawat, mungkin harus lebih diperhatikan secara teliti lagi...agar hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi di masa mendatang.

    BalasHapus

elshandy creative. Diberdayakan oleh Blogger.