-->

Notification

×

Iklan

Disorot, Proyek Gedung Conventional Hall Senilai Rp2,1 M

Tuesday, December 27, 2011 | Tuesday, December 27, 2011 WIB | 0 Views Last Updated 2011-12-27T03:38:39Z
Kota Bima, Garda Asakota.-
Pembangunan gedung Conventional Hall di Kota Bima, kembali menuai sorotan dari beberapa tokoh Pemuda maupun kalangan Akademisi. Ketua STISIP Mbojo-Bima, Dra. Hj. Nurmi, M. Si, mengkritik penger¬jaan pembangunan itu lantaran setelah beberapa kali melewati lokasi proyek di jalan Soekarno-Hatta, tidak pernah meli¬hat papan pengerjaan, baik siapa pekerja¬nya, CV mana yang mengerjakan, besarnya anggaran, sumber dananya maupun untuk kepentingan apa bangunan tersebut.
“Tolong dong dipasang plangnya. Masyarakat-kan pengen tahu juga, jangan main sembunyi-sembunyi,” sorotnya.
Menanggapi hal tersebut Pemkot Bima melalui Kasubag Tata Usaha, Kearsipan, dan Keuangan Bagian Umum Setda Kota Bima, Maulan, SH, M. AP, mengungkapkan bahwa proyek pembangunan Conventional Hall sampai saat ini masih dalam tahap rehabilitasi, khususnya pada gedung Paruga Na’e. Sedangkan untuk di luar bangunan Paruga Na’e, yang mengerjakannya adalah Dinas Kebersihan, Pertamanan, dan Pemakaman (DKPP) Kota Bima. “Dimana tugas mereka hanya membuat taman saja, itu yang saya ketahui,” katanya.
Diakuinya pagu anggaran yang diguna¬kan untuk membangun gedung Conventional Hall ini sebesar Rp2,1 milyar dengan menggunakan APBD Kota Bima TA 2011-2012. Adapun CV yang memenangkan tender ini adalah CV. Amanat, dengan Direktur¬nya, Mulyono (Baba Ngeng, red). “Adapun pelaksanaan kontraknya menggunakan tahun jamak, yaitu berjalan dalam dua ta¬hun, dikerjakan dimulai tahun 2011 ini, dan akan berakhir pada tahun 2012 mendatang,” akunya. Ketika disinggung tidak adanya plang proyek?, Maulan enggan menanggapi¬nya. “Maaf, hal itu tidak bisa saya jawab. Anda bisa langsung tanyakan saja pada PPK yang telah ditunjuk,” elaknya.
Sementara itu, di lain pihak PPK yang telah ditunjuk Pemkot Bima, Ir. Kaharudin, mengakui dirinya telah menegur pelaksana proyek untuk segera memasang dengan lengkap, baik nama CV, besar anggaran yang digunakan, dan sebagainya. “Pokok¬nya nanti akan jelas terpampang, agar masyarakat Kota Bima mengetahuinya,” sahutnya. Di sisi lain, Ketua Forum Pemuda Waki Kelurahan Manggemaci Kecamatan Mpunda Kota Bima, Sumardin, mengung¬kapkan bahwa, pembangunan gedung Conventional Hall dengan membongkar gedung Paruga Nae, justeru mematikan aktivitas pihaknya untuk berekspresi. Padahal biasa¬nya di kawasan Paruga Na’e itu dijadikan arena bermain bola, volley ball, panjat tebing maupun aktivitas kemasyarakatan lainnya. “Kami selaku pemuda kurang setuju terhadap langkah yang dilakukan oleh Pemkot Bima membangun gedung Conventional Hall,” protesnya.
Sumardin mengaku sempat berkumpul dengan beberapa komponen pemuda se¬tempat, dan terungkap adanya kekecewaan dari mereka terhadap pembongkaran Paruga Na’e untuk digantikan fungsinya menjadi gedung Conventional Hall. “Tapi karena sudah dibongkar, kami berharap agar pemerintah memberikan lahan baru untuk berekspresi,” harap Epon, sapaan akrab pemuda Waki ini.
Sementara itu, Kabag Humas Pemkot Bima, M. Hasyim S.Sos, SH, M.Ec, Dev, mengutarakan bahwa pihaknya dapat memaklumi apa yang menjadi kekecewaan maupun rasa sedih warga masyarakat. Namun demikian ditegaskannya bahwa, apa yang pemerintah lakukan juga dimaksudkan untuk masyarakat. “Nantinya tempat menyalurkan ekspresi tetap ada. Untuk itu, masi bersama-sama menjaga pembangunan. Namun apabila ada protes, itu wajar dan bagian dari demokrasi, dan Pemkot Bima tetap membuka pintu selebar-lebarnya jika ada aspirasi yang ingin disampaikan masyarakat. Mari kita duduk bersama dan mencari solusi, inikan demi kemajuan Kota Bima,” imbuhnya. (GA. 334*)
×
Berita Terbaru Update