-->

Notification

×

Iklan

Diduga Ayahnya Nikah Lagi, Anak Ngadu ke BKD

Wednesday, August 3, 2011 | Wednesday, August 03, 2011 WIB | 0 Views Last Updated 2011-08-03T03:57:55Z
Kota Bima, Garda Asakota.-
Tidak terima dengan ulah ayahnya yang menikahi Sh (guru salah satu SDN di SDN-3 Desa Maria Kecamatan Wawo Kabupaten Bima), Sf (35-thn) warga Kelurahan Raba¬dompu Kota Bima, mendatangi kantor BKD Kabupaten Bima untuk melaporkan dan meminta keadilan kepada pihak BKD Kabu¬paten Bima. Kepada sejumlah wartawan di¬ceritakannya bahwa, semenjak ayahnya yang juga berprofesi sebagai guru di SDN-46 Kota Bima, IA, menikah lagi 10 tahun lalu, diduga tidak pernah lagi memperha¬tikan
rumah tangga dengan isteri pertama¬nya. “Bahkan selama ini kami tidak pernah diberikan uang. Ibu kami pernah mencerita¬kan pada saya, sudah sekian puluh tahun dia tidak pernah diberikan nafkah. Jangan¬kan uang tunjangan sertifikasi, uang gajipun tidak pernah sepeserpun diberikan,” ungkapnya, Sabtu (30/7).
Setelah menikah, ayahnya diduga mulai berlaku tidak adil dan jarang pulang ke rumah. Padahal pernikahannya yang kedua ini, isteri pertamanya tidak pernah memberi¬kan ijin. “Namun ayah tetap memaksakan untuk menikah lagi. Untuk itu kami meminta pihak BKD Kabupaten Bima untuk menin¬dak lanjuti laporan kami,” pintanya.
Sementara itu Kabid Perencanaan dan Pengembangan BKD Kabupaten Bima, Agus SE, kepada sejumlah wartawan ber¬janji akan mempelajari dan akan menindak-lanjuti laporan tersebut. Bahkan pihaknya akan bersikap tegas apabila yang bersang¬kutan tidak koorperatif. Kalau tidak koor¬peratif, kata dia, pihaknya akan berkoordi¬nasi dengan Inspektorat untuk dilakukan pemerikasaan lebih lanjut.
“Dimana hasilnya nanti, kami serahkan ke bina aparatur dan kemudian diserahkan ke Bupati Bima agar dijadikan acuan untuk memberi sanksi,” janjinya.
Diakuinya, hingga memasuki bulan Agustus, pihaknya telah menangani sejumlah kasus perceraian sejumlah PNS, baik sedang dalam proses maupun yang sudah selesai berjumlah lebih dari sepuluh kasus perceraian. “Dimana penyebabnya lebih banyak karena faktor ekonomi, serta ketidak cocokan,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, baik Sh (guru salah satu SDN di SDN-3 Desa Maria Kecamatan Wawo Kabupaten Bima), dan IA, guru di SDN-46 Kota Bima, yang berusaha dikonfirmasi wartawan, belum berhasil dikonfirmasi. Untuk IA, wartawan koran ini sudah berupaya mendatangi SDN-46 Kota Bima, namun yang bersangkutan tidak berada di sekolah. (GA. 334*)
×
Berita Terbaru Update