Header Ads

Wouw, Bocah Dua Tahun Hobi Merokok

Bolo, Garda Asakota.-
Kebiasaan buruk ditambah lagi dengan pengawasan orang tua serta dukungan lingkungan yang tidak kondusif sangat mempengaruhi pola hidup bagi anak-anak. Begitu pula dengan kasih sayang yang salah dari orang tua mengakibatkan anak meng¬anggap bahwa prilaku yang tidak baik itu merupakan hal biasa.
Jati Rahmat (2-thn) anak kelima dari pasangan Ismail Jainudin (49 th) dan Juraidah (41 th) warga RT. 13 Desa Rato Kecamatan Bolo Kabupaten Bima ini sejak berumur empat belas bulan
sudah mengenal rokok. Sampai sekarang Balita yang harusnya fokus mengisap ASI (Air Susu Ibu) ini, menjadi perokok yang aktif. Paling sedikit dalam sehari, bocah ini mampu menghabiskan enam batang rokok, apalagi kalau kebetulan yang bertamu ke rumahnya adalah orang-orang dewasa, maka makin banyaklah batang rokok yang diisapnya.
Ismail kepada Garda Asakota menjelaskan bahwa kebiasaan mero¬kok yang dilakoni anaknya ini berawal dari kebiasaannya memungut punting-puntung rokok yang kebetulan banyak di pekarangannya, sebab waktu itu saya masih beternak ayam potong sehingga banyak orang-orang datang ke rumah¬nya membeli ayam.
“Kebiasaan terse¬but di luar kontrol kami sebagai orang tua, pada suatu hari tiba-tiba anak saya ini meminta rokok kepada saya dengan suaranya yang masih cadel. Pada saat itu saya sempat kaget, tetapi melihat dia menangis akhir¬nya dengan terpaksa saya mem¬beri¬kannya,” akunya kepada wartawan.
Kebiasaan merokok yang dialami oleh Jati Rahmat ini bertambah parah dengan adanya tamu-tamu yang datang kerumah orang tuanya dan memberi¬kan¬nya rokok, karena melihat anak sekecil ini merokok kelihatannya lucu sekali, tanpa mempertimbangkan efek jangka panjang yang akan mem¬pengauhi kesehatan bagi anak ini.
Dr. H. Jatmiko kepala Puskesmas Bolo yang melihat langsung kondisi Jati Rahmat, memberikan pengarahan ke¬pa¬da kedua orang tuanya tentang akibat buruk yang nantinya bisa saja menimpa anaknya kalau kebiasaan merokok ini tidak dilarang dari sekarang.
Kepada wartawan dr. H.Jatmiko menjelaskan bahwa dampak dari kebia¬saan merokok ini memang sekarang tidak langsung kelihatan, tetapi dia akan timbul dalam jangka waktu yang lama dengan masuknya racun rokok yang sedikit demi sedikit dari isapannya tersebut. “Oleh sebab itu seharusnya peran orang tualah yang sangat dominan utnuk dapat mengendalikan kebiasaan buruk ini, sebab hal ini sbenarnya lebih banyak dipengaruhi oleh factor pshikologis. Walaupun kita hentikan sekarang dengan tiba-tiba tidak tidak menjadi masalah, efek yang timbul sekedar anaknya memberontak dengan menangis atau prilaku lainnya, kalau hal tersebut kita abaikan dengan cara memberikan aktifitas lainnya yang dapat mengalihkan perhatiannya lama kelamaan anak tersebut akhirnya akan melupakan kebiasaan rokoknya tersebut,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa, peran orang tua dalam membimbing, memantau serta mengarahkan anaknya kepada hal-hal yang positif itu sangatlah besar pengaruhnya kepada pola hidup anak-anaknya. “Jangan sampai orang tua tidak bisa mengontrol apa yang trjadi dengan anaknya, apalagi kalau anaknya masih balita hal ini pengaruh orang tua sangat dominan.
Mudah-mudahan kasus ini yang terakhir saya dapatkan, dan saya berharap kepada kita semua untuk sama-sama menjaga anak-anak kita dengan baik, yaitu dengan cara mengajarkan mereka hidup sehat.
Sebab kalau sudah kena penyakit kita sebagai orang tua juga nantinya akan menanggung konsekuensinya juga,” tandasnya. (GA. 321*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.