Header Ads

Polisi Diminta Selidiki Status STAIS Abdul Kahir

Woha, Garda Asakota.-
Puluhan mahasiswa STAIS menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolres Bima. Mereka mendesak agar pihak Kepolisian Kabupaten Bima lebih serius mengusut tuntas persoalan STAIS Abdul Kahir Bima, karena kampus tersebut diduga statusnya tidak jauh beda dengan Universitas Bima Sakti (UBS). “Maka dari itu, kami minta agar status STAIS harus diproses seperti halnya kasus UBS,” teriak sa¬lah satu perwakilan massa, Syamsuddin, depan Polres Bima Rabu (24/5).

Selain itu, para mahasiswa juga menuntut agar mengambil keterangan pemilik Yayasan dan Ketua STAIS Abdul Kahir Bima, karena diduga mereka sudah menelantarakan ribuan mahasiswa. “Ketika ini semua kita biarkan maka apalah artinya kita hidup di Negara Kesatuan Repiblik Indonesia yang berlandaskan Pancasila, Hukum, dan UUD 1945,” ucapnya lantang. Para mahasiswa mengaku, masa depan mereka dari hari ke hari
kian tidak menentu. Ironisnya, berbagai langkah dan cara sudah ditempuh untuk mendapatkan jawaban dari segala persoalan maupun keresahan yang terjadi selama ini pada internal civitas akademik STAIS, belum juga mendapat solusi konkrit dari pihak Yayasan dan Lembaga STAIS Abdul Kahir.
Untuk itu, melalui orator lainnya, Dedi Kurniawan, para mahasiswa berharap kepada pihak kepolisian agar menuntaskan persoalan STAIS karena lembaga tersebut diduga telah mene¬lantarkan ribuan mahasiswanya. “Kami sudah tidak ada tempat pengaduan.
Dimanalagi lagi kami harus mengadu kalau bukan pada polisi, di berbagai instansi sudah kami datangi, tapi sama sekali tidak ada respon sedikitpun,” cetus mahasiswa. Hingga berita ini ditu-runkan, salah satu pengurus Yayasan STAIS Abdul Kahir, yang berusaha dikonfirmasi wartawan via Ponselnya, tidak berhasil dihubungi. (GA. 234*)

Tidak ada komentar

elshandy creative. Diberdayakan oleh Blogger.